0
Home  ›  Internasional

Negara-Negara Gulirkan WFH dan Pekan Kerja 4 Hari Akibat Krisis BBM Imbas Perang Iran

Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu krisis pasokan minyak di kawasan Timur Tengah dan mengguncang pasar energi Asia. Untuk menahan lonjakan konsumsi bahan bakar, sejumlah negara di Asia menerapkan kembali kerja dari rumah (work from home/WFH) dan pekan kerja dipadatkan sebagai langkah darurat penghematan energi.

Negara-Negara Gulirkan WFH dan Pekan Kerja 4 Hari Akibat Krisis BBM Imbas Perang Iran


Vietnam: Seruan Nasional untuk Kerja dari Rumah

Kementerian Perdagangan Vietnam menyerukan kepada pelaku usaha untuk mendorong karyawan bekerja dari rumah sebanyak mungkin guna menghemat bahan bakar. Pemerintah menyebut Vietnam sebagai salah satu negara yang paling terdampak gangguan pasokan BBM sejak pecahnya konflik di Iran, karena ketergantungan tinggi pada impor energi dari Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, pemerintah menegaskan bahwa bisnis perlu “mendorong kerja dari rumah bila memungkinkan untuk mengurangi kebutuhan perjalanan dan transportasi.” Harga bensin di Vietnam dilaporkan naik sekitar 32 persen, solar 56 persen, dan minyak tanah 80 persen sejak akhir bulan lalu, memicu antrean panjang di SPBU di Hanoi dan kota‑kota lain.

Selain WFH, pemerintah Vietnam menghapus sementara bea impor untuk sejumlah produk BBM dan berupaya mengamankan pasokan lewat kontak langsung dengan Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Langkah‑langkah ini diposisikan sebagai paket kebijakan darurat menstabilkan pasokan dan harga energi domestik.

Thailand: PNS Wajib WFH dan Pembatasan Penggunaan AC

Thailand menginstruksikan lembaga pemerintah untuk mengadopsi pengaturan kerja dari rumah bagi pegawai negeri yang bukan petugas garis depan. Pemerintah juga memberlakukan berbagai langkah penghematan energi di kantor, termasuk menaikkan suhu AC hingga 27 derajat Celsius, membatasi penggunaan lift, dan menganjurkan pegawai menggunakan tangga.

Kebijakan ini diumumkan sebagai respons atas krisis bahan bakar yang membuat cadangan energi Thailand diperkirakan hanya cukup sekitar tiga bulan jika tidak ada penghematan signifikan. Pemerintah menekankan bahwa kerja jarak jauh untuk pegawai negeri akan mengurangi pergerakan harian dan konsumsi BBM sektor transportasi.

Filipina: Pekan Kerja 4 Hari di Kantor Pemerintah

Di Filipina, pemerintah mendorong penerapan pekan kerja empat hari untuk kantor‑kantor pemerintah sebagai upaya menghemat bahan bakar dan listrik. Otoritas juga mengeluarkan instruksi agar perjalanan dinas dibatasi hanya untuk fungsi yang dianggap esensial.

Dalam paket konservasi energinya, pemerintah Filipina menggabungkan pengetatan penggunaan fasilitas kantor—seperti pembatasan penggunaan AC dan lift—dengan fleksibilitas kerja, termasuk WFH dan kompresi jam kerja. Filipina sangat rentan karena hampir seluruh kebutuhan minyaknya dipenuhi dari impor.

Pakistan dan Bangladesh: Penutupan Sekolah, WFH, dan Batas Penjualan BBM

Pakistan memerintahkan penutupan sekolah selama dua minggu dan mengarahkan pekerja kantor untuk bekerja dari rumah sebagai bagian dari upaya menghemat bahan bakar. Pemerintah juga mengumumkan pemotongan 50 persen jatah BBM untuk kementerian dan lembaga negara, serta pengurangan penggunaan kendaraan dinas.

Sebagai tambahan, sebagian tenaga kerja sektor publik di Pakistan diarahkan untuk bekerja secara remote, sementara universitas diminta meningkatkan pembelajaran daring guna menekan kebutuhan transportasi. Langkah‑langkah ini diumumkan di tengah kekhawatiran lonjakan harga dan keterbatasan stok BBM.

Bangladesh, yang sangat bergantung pada gas dari negara‑negara Timur Tengah untuk kebutuhan listrik, menerapkan batas harian penjualan BBM setelah terjadi kepanikan dan penimbunan di SPBU. Pemerintah juga menutup universitas lebih awal menjelang libur Idulfitri untuk mengurangi konsumsi listrik dan kebutuhan perjalanan.

Tren Regional: WFH Bangkit Lagi karena Krisis Energi

Sejumlah laporan internasional mencatat bahwa krisis energi yang dipicu perang di Iran telah menghidupkan kembali kebijakan kerja dari rumah dan pekan kerja empat hari di berbagai negara Asia. Pemerintah menggunakan kebijakan ini bukan karena alasan kesehatan seperti pada masa pandemi Covid‑19, melainkan sebagai “rem darurat” untuk menekan permintaan bahan bakar.

Negara‑negara di kawasan tersebut juga mengombinasikan WFH dan pengurangan hari kerja dengan instrumen lain, seperti pembatasan perjalanan dinas, penutupan sekolah sementara, penetapan batas harga, dan intervensi langsung di pasar energi. Meski sifatnya diproyeksikan sementara, pemerintah membuka kemungkinan memperpanjang kebijakan jika gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah berlarut‑larut.

Posting Komentar
Cari
Menu
Warna
Bagikan
Additional JS